Kamis, 09 Juni 2011

Indikator Forex Standar untuk Trading Manual

Dalam bertrading saya hanya mengandalkan beberapa indikator standar dan satu script yang cukup terkenal. Apa itu.......
  1. Indikator MA (Moving Average) yang terdiri dari MA 5, MA 8, MA 20 dan MA 30: kombinasi 4 MA yang berbeda tersebut untuk mengetahui lebih detail pergerakan harga dari berbagai rentang waktu yang berbeda.
  2. Indikator Parabolic SAR: sebenarnya fungsi utama dari Indi ini adalah untuk mengetahui arah pergerakan harga buy atau sell. Tapi saya lebih senang menggunakannya sebagai nilai stop loss dari setiap pergerakan harga. Semakin jauh titik-titik SAR dari chart berarti pergerakan harga lebih tajam dan stoploss makin jauh.
  3. Indikator Stochastic Oscillator: Indi ini sebagai acuan untuk mengetahui titik jenuh sebuah pergerakan harga. Apabila grafik stochastic naik dan sudah melampaui garis 80 berarti terjadi jenuh jual dan harga kemungkinan akan bergerak turun. Demikian pula apabila grafik turun dan sudah melampaui garis 20 maka terjadi jenuh beli dan harga akan bergerak naik.
  4. Indikator Supersignal V2a dan Zigzag: Dua indi ini saling bekerja sama dalam menentukan arah. Bila garis zigzag naik dan diujungnya menyentuh panah supersignal ke arah bawah maka harga buy mencapai titik jenuh dan akan bergerak turun. Dan bila garis zigzag bergerak turun lalu bertemu dengan panah supersignal ke atas maka harga sell mencapai titik jenuh dan kemungkinan akan berbalik naik.
  5. Script YakinsTool v1.3 dan v2.1: Script ini sebenarnya merupakan gabungan dari berbagai macam indikator yang dapat langsung menunjukkan signal buy atau sell dalam bentuk kisaran harga OP (Open Position), TP1 (Take Profit 1), TP2 Take Profit 2) dan SL (Stop Loss).
Dari kelima kombinasi tersebut acuan utama saya adalah YakinsTool. Apabila YakinsTool v.1.3 dan v.2.1. menunjuk harga yang sama misalnya buy lalu stochastic dan supersignal mendukung maka saya akan OP buy. 

MA dan SAR saya gunakan sebagai acuan apakah saya akan mengambil TP1 atau TP2. Apabila grafik MA dan SAR landai maka saya ambil TP1 sedangkan apabila grafiknya curam maka saya ambil TP2.

Untuk tampilan layar trading saya bisa dilihat dibawah ini.


Bagi yang tertarik silahkan mencoba.
Salam profit dan sukses.

2 komentar:

Harsen Kiyo mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Harsen Kiyo mengatakan...

Bro, signal ini hasilnya gmn? Masih dipakaikah sekarang?

Masih ingat Dulu sekali saya pernah bikinkan EA nya yg lsg buka posisi berdasarkan indi ini...

Posting Komentar

Komentar Anda sangat berharga....